Perkenalkan :
1.) RT 01 (kampung para cendekiawan) biasa dikenal dengan sebutan Kampo Toi atau kampungnya para sarjana karena di kampung ini berkumpulnya para sarjana mulai dari S1 sampai S3 bahkan sudah ada yg bergelar profesor. Di kampung ini anda akan mengenal 2 kelompok pemuda yg namanya "anatoi (anak tongkrongan pemuda kampo toi)dan "brantalen"(brandalan tapi multitalent) di pojok uma jaga nae rt 1,di kampung ini juga ada makan mistis namanya "Rade Tale" perempuan tercantik setanah LUMBA yg konon katanya saking beningnya makanan yg masuk kemulutnya bisa dilihat dari luar,dan dia berasal dari Cina yg di bawa para pasukan Jepang kala itu,dan keberadaan makam itu masih misterius dan penuh dengan cerita mistis,dan penjaga makamnya la Mushala haji Bini,jika ada yg di tanyakan tanya aja Dia,,red.
2.) RT 02 (kampung para pemuda/i) biasa di kenal dengan kampo "kampo au kamanae " di kampung ini anda akan menemukan pemuda/i dengan berbagai macam bentuk dan ragamnya.jadi kalau mau bukti datang aja ke kampungnya. manee si ntau ana ma mboto weha dou ake dei. "wau ra ka lebo saraa" ba loana.
No polos.) RT p0l0s (kampung yang tenang) biasa di kenal dengan kampo midi atau kampo sigi asli,karena di kampung ini rasanya kaya di hutan,tenang dan sepi,gak berisik begitupun dengan warganya.tapi walaupun tetangga mesjid tetap salat dirumah,isinya dou kampo toi saraa,itulah kenapa di kampo toi tidak ada LANGGAR/Mushalla. #kampungnya pak daging ("bercanda pak")
0000.) RT 0000 (kampung baru) alias kampo bou,karena baru di "na bou mena pa ade mu lampa lao ta ake dei,tetapi jangan ajak mereka berdebat atau main bola trus taruhan,"orangnya licik"bisa bisa duitmu.. cuma mereka orang-orangnya gak berani berkelahi,penakut
5050.) RT 0505 (kampung para "Dewa"),red. disebut seperti itu karena di kampung ini hampir semua anak disetiap rumah pandai mengaji dan menjadi guru ngaji,penghafal quran,lulusan pondok pesantren,juara MTQ bahkan jurinya MTQ sendiri,,tapi saya curiga kenapa mereka juara MTQ trus,mungkin jurinya,,,hhumm"#! red.
??.) RT 0?,0?,0?,,,, (kampung sigu [masjid] ) dinamai kampung sigu bukan berarti banyak sigu atau masjidnya,atau bukan orang orangnya rajin k mesjid,tetapi melainkan harapannya agar semua orang-orang di sana bisa berwatakan mesjid dan cepat kembali ke agama,karena jarang sekali mereka memakmurkan langgar2 atau surau yang di kasih pemerintah,dan juga jarang yg punya WC pribadi,melainkan WC umum di pinggiran Gunung,,("pis V "),,tapi kampung ini salah satu kampung penyuplai pemain bola loh,salah satunya pernah bermain di PERSEBI kab.BIMA (jangan lupa bilang WOWW),(ama NT ngarana inisial) lihatlah anak2 dan keturunannya,semuanya jago main bola.cuma belum ada respon positif dari pemerintah setempat mengenai sepakbola,gak kaya desa sebelahnya raba,hebat dan salutlah buat mereka,40% warganya ada di PERSEBI kab BIMA..walaupun jadi cadangan sih.
??!.) RT 0??! (kampung para "BANDIT" red.) au au ja da kuasai kai ba sa doho,wara sara,,sedikit2 main Bola sudah rusuh,hilangnya motor dan hp orang,ketemunya disitu,mabuk kemudian tusuk orang pakai cila mboko,karaka mbee,fati capi dou,turu nee niu dou,turu hasut masyarakat supaya berdemo,trus dianya gak ikut demo,dianya dapat rumah dan jabatan mewah,yg nenek lampir,yg punya ilmu aneh aneh juga ada disitu,,pokoknya hati2 lah kalo lewat disitu,,TAAPII tidak semuanya hanyalah oknum belaka,,dan itu semua hanya bercanda belaka Ingat,Ingat dan Ingat ya,"BERCANDA" kalian tau khan,kenapa saya tulis berncanda.
10.) RT 10 (kampung NAE atau kampung PROYEK ) disebut demiakian karena disitu pernah ada perumahan para pegawai proyek pembangunan jalan raya desa rato yg menghubungkan dengan desa putih,rumahnya unik,cuma sudah hampir punah,kampung ini juga biasa disebut kampo amba asli laina kampo amba dou sumi ma palsu,"ba loana nggahi kampo amba labo da wara ambana,,!!"palsu nggomi uba solo".
11.) RT 11 (silahkan tulis sendiri) ti pu wara ceritana kampo nggomi doho, red.
"cerita ini hanya fiktif belaka,jika ada kesamaan nama,ras,suku dan jabatan itu hanya sekedar redaksional saja dan tidak bermaksud menyinggung persaan orang lain dan kami mohon maaf dan jangan tersinggung " SEKIAN"
Cerita by redaksional saja
jangan di masukkan ke hidung







Ha..ha..wara wara mena...!
BalasHapus