Gara-Gara Jenggot Pak Kiai
“Suatu ketika maman “si
abu nawas dari bima” kehilangan kambing kesayangannya,
ciri-ciri kambingnya jenggotnya
panjang,warnanya putih,dan tentunya punya kaki empat dong,,
“Sudah berjam-jam si maman
mencarinya tapi belum ketemu-ketemu juga,,”panasnya terik matahari,membuat
maman malah tambah pusing dan kebingungan mencari kambingnya”, akhirnya dia
menempatkan diri untuk beristrahat,
“Diapun beristrahat
sejenak disebuah masjid sambil solat ashar sekaligus berdo’a kepada Allah siapa
tahu habis solat bisa ketemu kambingnya,,”sahut maman”
Solat pun berlangsung dan selesai dan semua jamaah berdo’a
dan dipimpin oleh imam masjid,,yang berstatus kiai kondang,katanya sikhh gitu...
“”Kiai ini cirinya jenggotnya panjang sekali,,mirip dah
dengan jenggotnya kambing si maman,,do’anya pun dilantunkan dan doanya begitu menyentuuuh” sekali sampai semuah
jamaahpun menangis, karena mengamini do’anya kiai kondang tersebut,kecuali
maman sendiri, maman pun terbingung
sejenak,sambil berpikir
“kok semua jamaah
menangis ya,,kok aku ngga” aku nangis
juga lah kalau gitu akhh ’’’ sahut maman dalam hatinya.maman pun akhirnya ikut menangis.
Sampai do’a pun selesai, semua jamaah pun pulang tapi si
maman tetap melanjutkan do’anya sambil menangis terseduh-seduh lagi ,,kiai
kondang pun menghampirinya,, dan menanyakan si maman,,wahai pemuda gerangan
apakah yang membuat dirimu sampai menangis terseduh-seduh,,Tanya kiai,
Disini ni klimaksnya..guys coba simak dengan baik ya,,jangan
sampai lewatkan..
Iya kiai, saya menangis terseduh-seduh karena melihat
jenggot kiai,”sahut maman” , lha kenapa?
Tanya kiai
“Saya baru saja kehilangan
kambing,,(pelan2 bacanya) yang saya sangat cintai,,dan jenggotnya,, ”hu’u2 pak
kiai menyimak ceritanya si maman”,, miriiiip sekali sama jenggotnya pak kiai.. oh gituuu
Mattamu,, sahut pak kiai..ku kira apaan…
Pis ya kiai.pis lah,,pisan nya…! Sahut maman.
Seketika maman keluar dari masjid maman pun menemukan
kambingnya,,hore aku menemukannya..maman pun berteriak dengan sangat gembira,,
dan lari ke kiai,sambil mengucapkan terima kasih,,
“terima kasih ya kiai
, kenapa lagi kamu,” sahut kiai,,terima kasih berkat do’a mu yang mattamu tadi
itu lha..
original post by iyan






0 komentar:
Posting Komentar